Sebuah perenungan

Saya menemukan ini di sebuah buku harian.

 

Silakan baca dan renungi…

Tidak ada yang mencintaiku…

Orang tuaku mencintaiku karena memang itu kewajiban mereka, malah mungkin mereka hanya berpura-pura mencintaiku…

Sahabatku mencintaiku karena mereka ingin memanfaatkanku, bilqa aku sudah tidak berguna lagi, mereka akan membuangku.

Lalu siapakah yang mencintaiku?

Tuhankah?

Ya, ia mencintai seluruh makhlukNYA.

Lalu apakah aku mencintaiNYA?

Aku mencintainya tentu saja.

Apakah benar?

Lalu mengapa perilakuku tidak mencerminkan hal itu?

Ia mencintai seluruh makhlukNYA, terutama Manusia.

Tetapi berapa banyak sih manusia yang mencintai tuhannya melebihi segala yang ada di dunia ini?

Mungkin tidak akan sampai setengahnya.

Lalu bila aku tidak mencintaiNYA, siapa lagi yang patut aku cintai?

Di dunia yang penuh akan kepura-puraan ini?

Pantaslah bagiku untuk tidak dicintai…

Karena tidak ada yang benar-benar kucintai…

Intinya?
Silakan renungkan sendiri…

Iklan

12 responses to “Sebuah perenungan

  1. membuat saya berpikira, apakah saya benar benar mencinta? šŸ˜€

  2. siggghhh…jadi pengen sedih šŸ˜„

  3. Aku sukanya dua baris terakhir ini:

    Pantaslah bagiku untuk tidak dicintaiā€¦
    Karena tidak ada yang benar-benar kucintaiā€¦

    Kalo yang diatasnya itu butuh perenungan dalam memang šŸ˜

  4. *mikir*
    trus slama ini yang ku cintai dan mencintaiku siapa?

  5. *ketik sms*

    ay lop yuu

    *kirim sms*

  6. @danalingga

    pasti, (mungkin)

    @extremusmilitis

    *memberi saputangan*

    @alex

    Karena itu cintailah orang lain

    @abeeayang

    Hanya anda yang punya jawabannya

    @caplangā„¢

    semoga berbahagia :D:

  7. SOLDIER 1st class

    hoo… you learn to be a sentimental brat aren’t you

  8. yeah, everyone has a sentimental side.

  9. perlu perenungan memang,
    perenungan panjang.

    Tuhan begitu mencintai makhluknya y?
    saia sering bertanya,
    apa sih alasan Tuhan menciptakan makhluk,
    sekarang sedikit terkuak alasan itu..
    Tuhan butuh sesuatu untuk dicintai.

    semoga Tuhanku mencintaiku.

    semoga..

  10. Eh koq buka- buka buku harian orang sih?
    Ato buku harian sendiri?

  11. @endjivanhouten
    semoga…

    @rumahkayubekas
    Nemunya di loteng kok…

  12. Hiks….hiks…….. T_T

    aku sediiiii……h

    (Ice_Champ says : JANGAN CENGENG…..!!!!!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s