Keabadian, selamanya atau ‘sesuatu yang lain’?

Keabadian atau kekekalan, adalah sesuatu yang pasti (atau mungkin) anda semua ketahui. Sesuatu yang sering disebut-sebut oleh para tokoh antagonis di anime dan manga. Bahkan ada beberapa tokoh protagonis yang menginginkannya.

Tetapi apakah itu keabadian?

Aurelius Augustinus berpendapat:

Waktu ada hanya dalam alam semesta yang diciptakan, bahwa Tuhan ada di luar waktu; bagi Tuhan tidak ada masa lampau atau masa depan, tetapi hanya masa kini yang abadi.

Pendapat ini disetujui oleh banyak orang. Bahkan orang atheis pun bisa saja percaya pada keabadian.  Contohnya seorang matematikawan atheis bisa saja mengakui keberadaan angka-angka dan hubungannya sebagai sesuatu yang di luar waktu atau dapat juga disebut keabadian.

Bagi orang yang beragama pasti mengetahui bahwa setelah hari kiamat, manusia akan masuk entah ke surga atau neraka, tergantung pada amalannya, dan kemudian akan kekal/abadi di dalamnya.

Tetapi seperti apakah keabadian itu?

Bila memang keabadian yang dimaksud di dalam kehidupan setelah mati itu adalah sesuatu yang tak memiliki awal dan akhir, bukankah hal itu aneh?

Baiklah anggap saja di dalam keabadian tidak ada awal dan akhir. Maka di dalam kehidupan itu tak ada yang dapat kita lakukan, kita tak bisa bergerak, makan, minum, berbicara, ataupun lainnya.

Kenapa?

Karena semua kegiatan itu memiliki awal dan akhir.

Mengapa sesuatu itu dapat menarik?

Bukankah karena sesuatu itu memiliki awal dan akhir?

Sebuah kegiatan tak akan ada tanpa adanya sebuah awal, dan tak akan ada kegiatan yang bisa kita lakukan bila suatu kegiatan lain yang sedang kita lakukan belum berakhir.

Maka dapat saya simpulkan, bahwa keabadian manusia itu pastinya memiliki awal, sebab keabadian itu pasti ada awalnya. Seseorang yang kekal di surga, pasti mengawalinya dengan masuk ke Surga?

Bagaimana dengan akhir? Apakah sebuah keabadian memiliki akhir?

Dan bagaimana dengan keabadian Tuhan?

Semua itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang tak mungkin  dijawab oleh Manusia.

Iklan

9 responses to “Keabadian, selamanya atau ‘sesuatu yang lain’?

  1. Eternity is a space void of time…?

  2. Maybe so, but without time, there won’t be any action. Because, every action needs time.

  3. That, I know not. They do say, though, time was born 13.7 billion years ago. Imagine that, time was born. 😆

    Yes, it is strange to imagine anything void of space or time.

  4. keabadian itu selama… selama Tuhan menginginkan… 😐

  5. hahahahahahaha

    Tepat sekali.

  6. Kalau menurut saya sekilas, tidak ada sesuatu yang benar-benar abadi, kecuali suatu kepentingan. Yang membuat hal lain abadi adalah karena kepentingan yang abadi. 😛

    Salam kenal. 😀

  7. salam kenal.

    keabadian memang sesuatu yang lahir dari keabadian yang lain(Tuhan)…

  8. It’s symbolize how the owner of time, unchained to time itself.

  9. yeah, that’s why nothing but the owner of time, controlled it.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s