The Place Where I Open My Mind

Dunia yang tambah kacau

Januari 3, 2008 · & Komentar

sh_v08_illust04.jpg

Ulangan, salah satu penyebab kacaunya dunia.

Ya, sepertinya dunia yang abstrak ini tambah kacau saja.

Mengapa saya bilang begitu?

Jawabannya sudah jelas bukan?

Korupsi merajalela, global warming mengancam dunia,  narkoba & free sex menghancurkan harapan bangsa…

Nah, lucunya lagi apa yang orang-orang  sebut sebagai “pendidik bangsa” justru malah menghancurkan bangsa…

Menghancurkan harga diri mereka dengan…
nilai yang buruk…

Menghancurkan moral mereka dengan…
membuat mereka terpaksa menyontek…

Menghancurkan kewarasan mereka dengan…
rentetan tugas dan ulangan yang membuat mereka ingin menangis…

Menghancurkan masa depan mereka dengan…
beberapa huruf singkat “TIDAK LULUS”

Menghancurkan kreatifitas mereka dengan…
kurikulum yang bersifat kanan…

Atau begitulah menurut pikiranku…

Sumpah, ini adalah salah satu bentuk kekecewaanku atas sikap kurang siap guru-guru untuk mengajar anak-anak berbakat, sehingga terlanjur mengekang kebebasan mereka dalam berkreasi, seperti yang mereka lakukan kepada Einstein, Thomas Alfa Edison, aku, dan banyak orang jenius lainnya…

Sekian…

Kategori: Keributan Sekolah... · Ngasal · Unanswered Question
Ditandai:

29 tanggapan so far ↓

  • StreetPunk // Januari 3, 2008 pada 1:12 pm

    PERTAMAX!

    Semoga guru-guru semacam itu membaca tulisan ini…

  • Magister of Chaos // Januari 3, 2008 pada 1:20 pm

    Sebelumnya…. PETROMAX PERTAMAX PERTAMINAX!

  • yarza // Januari 3, 2008 pada 1:23 pm

    Selalu saja begitu…

  • Cynanthia // Januari 3, 2008 pada 1:29 pm

    Begitulah, karena segala sesuatu dinilai dengan nilai angka dan ranking saja, tanpa melihat proses-nya. Hanya output :(

    OOT: Jadi teringat kakak kelas yang bodoh bin geblek bin tolol yang bilang contekan itu penting pas tes Bahasa Jepang

  • Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji // Januari 3, 2008 pada 2:15 pm

    Salahkan segerombolan biadab dengan ngejarkom pas ulum!

  • yarza // Januari 4, 2008 pada 1:53 am

    @streetpunk
    amin…

    @MoC
    YA… gagal pertamax lo :lol:

    @Cynanthia
    Kalau dipikir-pikir input saya jelek loh…

    @Lockon
    memang generasi hancur ya…

  • Xaliber von Reginhild // Januari 4, 2008 pada 4:35 am

    Ketika hanya nilai yang dijadikan patokan, maka proses akan terlupakan dan yang diutamakan adalah hasil. :|

    OOT juga:

    OOT: Jadi teringat kakak kelas yang bodoh bin geblek bin tolol yang bilang contekan itu penting pas tes Bahasa Jepang

    Hahaha. :P Disini juga. Bedanya kalau disini bukan kakak kelas.

  • Lemon S. Sile // Januari 4, 2008 pada 1:31 pm

    Menghancurkan kreatifitas mereka dengan…
    kurikulum yang bersifat kanan…

    Maksudnya kiri kali? Kan kurikulum Endonesa tu buat otak kiri doang. :-?

    bosen euy…

  • Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji // Januari 5, 2008 pada 12:07 am

    Nah generasi lu kayaknya udah ketularan generasi gw..

    eh, mau mempromosikan:

    *Februari cuti kopdar, ada kerjaan*

    *Menawarkan kopdar di event yang dibikin ekskul di bulan Maret*

  • yarza // Januari 5, 2008 pada 1:30 pm

    @Xaliber
    Benar, sampai-sampai saya yang tidak pedulia akan hasil saja jadi dipaksa peduli…

    @Lockon
    Maksudnya mo Kopdar di Shinobi?

  • yarza // Januari 5, 2008 pada 1:49 pm

    @Lemon
    maksudnya kanan itu, politik sayap kanan…

  • StreetPunk // Januari 5, 2008 pada 6:07 pm

    [seriyuz mode : off]
    Wah, aku pertamax! Aku pertamax! Ternyata aku lebih cepat 8 menit *jingkrak-jingkrak*

    [seriyuz mode : on]
    Kalau melihat kondisi pendidikan belakangan ini, bangsa kita lebih mementingkan nilai-nilai akademis ketimbang yang lainnya. Mereka menganggap prestasi belajar adalah segala-galanya untuk menentukan kesuksesan manusia. Hal tersebut terjadi mungkin karena pandangan masyarakat Indonesia bahwa bangsa kita tidak lebih pintar dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain sehingga berusaha sedemikian rupa untuk mengejar ketertinggalan. Padahal kalo dipikir-pikir banyak cara supaya sukses, misalnya kalo pandai main bola kaki, kembangkan, sukses dan menghasilkan uang. Juga kalau pandai bermusik, kembangkan, sukses, dan juga menghasilkan $$. Jadi intinya, banyak jalan menuju kesuksesan
    .
    .
    .
    Tapi bagi yang masih sekolah, tetaplah berusaha sebaik-baiknya agar dapat peluang yang lebih baik. Maksud komen saya adalah kalo misalnya udah lulus sekolah bukalah mata dan cermatilah terhadap segala kesempatan yang ada karena kadang-kadang kita nggak tau kalo ternyata peluang udah di depan mata. Jangan terpaku pada satu hal.

    O iya, salam kenal ya (tadi lupa karena sibuk balapan pertamax)

  • rozenesia // Januari 6, 2008 pada 2:57 am

    HARUHIIIIIIIIII!!!! *histeris*

    Baidwei, kok strukturnya lebih ke puisi ketimbang prosa yah? :?

    Baidewei, kadang anak berbakat dan jenius ga perlu pendidikan formal. ;)

  • yarza // Januari 6, 2008 pada 3:38 am

    @rozenesia
    Setuju banget… :lol:

  • Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji // Januari 6, 2008 pada 5:54 am

    Seleksi alam itu namanya… seleksi intelegensia…

  • Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji // Januari 6, 2008 pada 5:58 am

    Sorry dobel:

    OOT: Jadi teringat kakak kelas yang bodoh bin geblek bin tolol yang bilang contekan itu penting pas tes Bahasa Jepang

    Bagaimana bila si subjek mengerjakan just for fun? Dan saat ujian kelas 2 dia ga nyontek apa2?(karena masuk rapot, si tes pertama tuh ngerjain soal kelas satu untuk iseng)

  • yarza // Januari 6, 2008 pada 9:50 am

    @streetpunk
    Setiap komen anda masuk akismet tuh…
    btw, salam kenal juga… :D

  • almascatie // Januari 6, 2008 pada 2:47 pm

    pendidikan angka yang dikejar

  • caplang[dot]net // Januari 9, 2008 pada 7:40 am

    masih mentok di kurikulum :D

  • saRe' // Januari 10, 2008 pada 11:01 am

    benar!!!!!
    ujian harus dihapuskan dari muka bumi!!
    beserta para penguji dan pengawasnya!!!!
    :evil: :evil:

    *buka bahan kuliah ujian senin nanti*

  • zelgadien // Januari 12, 2008 pada 7:14 am

    jadi kalo mau nyalahin, nyalahin sapa?guru,kurikulum,atau para ahli g becus yang ngebikin kurikulum itu?

    karena itu, mari kita boykot sekolah.menuntut:
    1. guru yang lebih kompeten dan lebih berpengalaman.
    2. para ahli tai itu mengganti sistim kurikulum sekarang dengan yang lebih baik(emang ada yang lebih baik???)
    3. para ahli yang ngebikin kurikulum dibubarin/diganti.

    comment ini jangan terlalu dipikirin.
    semua hanya dummy belaka.hehehe

  • yarza // Januari 14, 2008 pada 5:32 am

    @almascatie
    memang…

    @caplang
    menyedihkan ya…

    @Sare
    Yey… Setuju…

    @zelgadien
    :D

  • maxbreaker // Januari 20, 2008 pada 2:15 pm

    UJIAN NASIONAL IS REALLY SUCK!!!
    lam kenal yaks…

  • yarza // Januari 30, 2008 pada 5:08 am

    @maxbreaker
    Salam kenal juga :D

  • wida // Januari 30, 2008 pada 8:40 am

    Emm menurut ku Ujian akhir Nasional itu mestinya di tiadain aja,.. belajar selama tiga taun lulus atau tdk lulus nya hanya di tentuin beberapa hari aja,.. dan itu pun ga semua pelajaran,.. klo menurut ku harusnya tiap minggu atau tiap bulan musti di adain review belajar,.. ga cuman pas menjelang akhir aja sekolah aja,.. salam kenal ya,..^^x

  • rumahkayubekas // Februari 4, 2008 pada 11:30 am

    Protes ngga bisa ya?
    Demo demo..( jangan demo panci tapi)

  • Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji // Februari 7, 2008 pada 10:54 am

    BIkin SKBM UAN per sekolah ajah!

  • yarza // Februari 7, 2008 pada 11:54 am

    @Wida
    Salam kenal :D

    @rumahkayubekas
    Demo vacuum cleaner boleh? :lol:

    @Lockon
    Nanti guru2 SMAN 3 jadi lebih setan :lol:

  • bedh // Februari 13, 2008 pada 11:23 pm

    jangan nyerah yah… Karna semangat juga modal untuk suksess.

Tinggalkan sebuah Komentar