“Dunia ini dikendalikan oleh posisi orangnya.”
Karena bosan, saya pun menyalakan televisi. *klik*
Kedua belah pihak sama-sama memiliki presepsi buruk pada pihak lainnya. Seperti Amerika yang menganggap Indonesia adalah negara lemah yang sedang dilanda krisis dalam dan luar negeri, sasaran teroris seperti teroris Talliban, dan penuh dengan pejuang muslim. Sedangkan Indonesia sendiri menganggap Amerika sebagai musuh Islam, arogan, tidak berkeprimanusiaan, dll.
2. Kedudukan
Indonesia merupakan negara lemah, sombong, keras kepala, tetapi memiliki aset bagus, sedangkan Amerika merupakan negara kuat yang sedang mengalami tekanan dari seluruh dunia.
3. Masalah-masalah
- Amerika mengalami tekanan dari seluruh dunia karena kebijakan luar negerinya.
- Indonesia merupakan salah satu dari negara-negara muslim besar yang kalah maju dari negara-negara muslim demokratis lain yang sekarang tengah berkembang dengan pesatnya.
- Kedua belah pihak saling curiga antara satu dengan yang lainnya.
- Kedua belah pihak mencoba untuk menyeret pihak yang satunya untuk memihaknya.
4. Kesimpulan
Diskusi kali ini berjalan sedikit melenceng dari topic awal karena bermacam- macam alasan yang tidak jelas, tetapi saya mendapat beberapa pemahaman baru tentang kedua negara, diantaranya:
- Amerika tidak bisa begitu saja menarik tentara dari Irak, hal ini memang ingin dan harus mereka lakukan, tetapi Amerika telah dituduh sebagai penyebab perang saudara di sana, menarik mundur pasukan hanya akan membuat Amerika menjadi tidak bertanggung jawab.
- Indonesia memiliki orang muslim sebanyak 90% dari total populasinya, tetapi Indonesia bukanlah Negeri Islam.
- Islam dan Demokrasi bukanlah penyebab jatuhnya Indonesia, tetapi justru pemerintah yang tidak dapat mengaplikasikan keduanya.
- Amerika tidak mau dianggap sebagai musuh Dunia Islam. Mereka mengetahui dengan jelas perbedaan antara muslim, muslim teroris, dan jihad. Seperti mereka mengetahui perbedaan antara Kristen dan Kristen Teroris.
Yah, setidaknya begitulah yang saya dengar, bila ada kesalahan dalam post saya ini, saya mohon maaf.
10 tanggapan so far ↓
Magister of Chaos // Desember 20, 2007 pada 9:13 am
Sebelumnya…
PETROMAX!!!!
eh…
PERTAMINAX!!!!
eh?
PERTAMAX!!!
Xaliber von Reginhild // Desember 20, 2007 pada 9:15 am
Info menarik.
Memang, untuk melihat segala suatu hal tidak bisa dengan lensa kacamata sebelah kiri saja. Harus digunakan kedua lensa untuk melihat segalanya agar tidak buram; entah itu menyoal Amerika, Indonesia, pemerintah, maupun fundamentalis macam Salafy.
yarza // Desember 20, 2007 pada 9:24 am
@MoC
Sekarang premium mahal…(OOT)
@Xaliber
memang, banyak orang yang menyimpelkan masalah yang sebenarnya kompleks…
Cynanthia // Desember 20, 2007 pada 11:09 am
Dan juga sebaliknya.
Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji // Desember 20, 2007 pada 11:10 am
Biarkan Celestial Being melakukan intervensi saat pasukan AS ditarik dari Iraq
Dapet dari nonton metro ya?
dimasu // Desember 20, 2007 pada 1:21 pm
eh. acara bagus tuh… gw ga nonton..
aaargh…
amerika siaul, tidak mau pergi dari Iraq bukan karena sok bertanggung jawab, tapi karena ingin menguasai aset2 milik Iraq, terutama minyak! dan unsur politik untuk mengontrol dunia timur tengah… cuih..
StreetPunk // Desember 20, 2007 pada 6:08 pm
Eh, itu gambar mata angin ya?
* mengamati dengan cermat *
O, iya iya, dalam bahasa inggris rupanya
* dilempari meja *
Oke, mari serius.
Yang menjadi pendapat saya, kita sebaiknya mendengarkan pendapat Amerika tentang negara kita, yaitu negara lemah tidak berdaya dll. Kita harus bertindak agar tidak terus-menerus disebut demikian.
Amerika saja bisa membedakan mana muslim, muslim teroris, jihad.
Sedangkan Indonesia?
Hanya karena film ‘Sebuah Penantian’ kehebohan pun terjadi.
yarza // Desember 22, 2007 pada 12:30 am
@Lockon
Tapi harus nunggu tahun 2307 dulu…
Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji // Desember 22, 2007 pada 2:31 pm
Daripada nunggu Futurama tahun 3000
yarza // Januari 4, 2008 pada 1:50 am
@cynanthia
benar…
@dimasu
yakin…?
@streetpunk
tepat
@lockon