Suatu hari saya melewati sebuah majalah dinding yang dibuat oleh salah satu eskul di sekolahku , di sana aku melihat potongan kalimat ini…
gadis manis berwajah cute ini memang tidak bisa jaim, malu sedikit saja, wajahnya langsung jadi pink.
Kemudian aku bertanya kepada teman di sebelahku :
“Eh, Jaim itu apa sih?”
“Ya Jaga Image lah…”
“Lalu kenapa mereka menuliskannya gadis manis yang cute, gak bisa jaim, gampang malu? Bukankah kalau memang dia manis dan cute, berarti itulah imagenya, bila dia tidak bisa menjaga imagenya yang mnis dan cute itu, berarti dia tidak mungkin berperilaku seperti gadis manis kan? Bukankah gampang malu itu ciri-ciri gadis manis dan cute?(pendapat pribadi)”
“Ya… Maksudnya Jaga Image itu sok alim, diem, cool, dan semacamnya lah…”
“Lalu mengapa disebut Jaim? Image orang kan beda-beda, lalu mengapa diklarifikasikan seperti itu?”
“…”
Begitulah, ada yang mau mencoba menjelaskan, maklum saya bukan “anak gaul”.
12 tanggapan so far ↓
cK // September 11, 2007 pada 12:55 pm
vertamax
cK // September 11, 2007 pada 12:56 pm
no komen deh
yarza // September 12, 2007 pada 5:50 am
ya… banyak yang dateng ke sini gak ninggalin komen gara2 kebingungan…
apa ini terlalu anh ya…
SOLDIER 1st class // Oktober 4, 2007 pada 6:18 am
Gw aja guru lu mendapat ilmu dari mendengar
yarza // Oktober 15, 2007 pada 5:25 am
guru? tunggu dulu jangan-jangan kamu…
Emanuel Setio Dewo // Oktober 20, 2007 pada 1:40 am
Oh… kok malah jadi bingung, tho?
Xaliber von Reginhild // November 7, 2007 pada 11:05 am
Saya juga bukan “anak gaul”.
Tapi mau mencoba menjelaskan.
Mungkin ini sendiri diawali oleh miskonsepsi istilah yang kelihatannya sering terjadi dalam penggunaan bahasa.
), dan berusaha menjaga imej kekalemannya itu. Jadi jangan sampai imej kalem tersebut berubah jadi malu-malu atau ceroboh.
Mungkin istilah “Jaga Image” pada awalnya digunakan untuk menyebut mereka-mereka yang selalu tampil kalem (entah kalem beneran atau ngga
Nah mungkin atas dasar itu jaim jadi diidentikan dengan “yang tak bisa menjaga imej kekalemannya”. Jadi kalau ada orang yang ngga bisa terlihat kalem, dibilang ngga jaim.
Mungkin lho. Btw, salam.
yarza // November 13, 2007 pada 4:30 am
Waw
Xaliber von Reginhild // November 15, 2007 pada 9:46 am
Kenapa?
yarza // November 16, 2007 pada 3:44 am
Ternyata pikiran anda mirip dengan si Tendo
Xaliber von Reginhild // November 16, 2007 pada 4:55 pm
Ooo.
Hanya analisis singkat kok.
Mengingat Yang Lalu « Deathlock // Januari 10, 2008 pada 11:08 am
[...] Aku tak ambil peduli Apa ia benar berhati Atau hanya akan berjanji Tapi ia benar mendatangi Atas pilihan hakiki [...]